Pembuatan donat di Blender 3D adalah salah satu latihan dasar yang populer untuk pemula dalam dunia pemodelan 3D. Proses ini biasanya dimulai dengan membuat bentuk dasar donat menggunakan objek Torus, yang secara alami menyerupai bentuk donat. Objek ini kemudian dimodifikasi untuk memberi tampilan yang lebih realistis dengan menyesuaikan ukuran, ketebalan, dan permukaannya menggunakan fitur Edit Mode dan Subdivision Surface Modifier.
Setelah bentuk dasar donat selesai, langkah berikutnya adalah menambahkan glazur (topping) di atasnya. Ini bisa dilakukan dengan menyalin sebagian bentuk donat, memodifikasinya dengan Sculpt Mode, lalu menambahkan efek seperti tetesan atau lelehan agar tampak seperti lapisan gula atau cokelat. Bentuk topping ini penting untuk memberi kesan visual yang menggugah selera dan menambah realisme pada model.
Tahap selanjutnya adalah memberi material dan tekstur. Blender menyediakan sistem node melalui Shader Editor untuk menciptakan permukaan donat yang menyerupai adonan, serta topping yang mengkilap atau basah. Image Texture atau Procedural Texture bisa digunakan untuk menciptakan efek seperti pori-pori roti, warna gula, dan lain-lain. Penyesuaian warna, kilau, dan tingkat kasar permukaan juga dilakukan di tahap ini.
Untuk memperkuat kesan realistis, penting juga menata pencahayaan (lighting) dan kamera. Penggunaan HDRI atau pengaturan cahaya tiga titik (three-point lighting) dapat membantu menampilkan detail tekstur dengan baik. Objek tambahan seperti piring, meja, atau latar belakang juga bisa ditambahkan agar render tampak lebih menarik dan kontekstual.
Terakhir, dilakukan rendering menggunakan mesin seperti Cycles atau Eevee untuk menghasilkan gambar akhir. Hasil render ini bisa digunakan untuk keperluan visualisasi, portofolio, atau bahkan sebagai aset dalam game atau animasi. Pembuatan donat di Blender bukan hanya latihan teknis, tapi juga cara yang menyenangkan untuk memahami dasar-dasar modeling, shading, dan lighting di dunia 3D.
