Proyek ini melibatkan pembuatan poster berukuran jumbo untuk dipajang di dinding kelas, sebuah tugas yang dikerjakan oleh siswa kelas 11 jurusan animasi digital di SMK Negeri 2 Pariaman, di bawah bimbingan guru Animasi Digital Ismed Rizal. Inisiatif ini berfungsi sebagai aplikasi praktis dalam kurikulum animasi digital, yang bertujuan untuk mengintegrasikan keterampilan desain teknis dengan prinsip-prinsip komunikasi visual dan dinamika estetika, terlepas dari sifat statis media poster. Proyek-proyek semacam ini sangat penting dalam pendidikan kejuruan untuk mengembangkan literasi digital, pemikiran kritis, dan keterampilan pemecahan masalah kreatif, sejalan dengan tren pendidikan kontemporer yang menekankan pembelajaran berbasis proyek dan penggunaan alat digital
1
. Keterlibatan dalam metodologi pemikiran desain mendorong inovasi dan kemampuan pemecahan masalah dalam kurikulum terkait IT, yang semakin vital dalam konteks transformasi digital
2
.
Proses pengembangan poster jumbo ini biasanya dimulai dengan konseptualisasi, diikuti dengan pembuatan sketsa awal, dan pemilihan palet warna serta tipografi yang cermat yang disesuaikan dengan audiens target—sesama siswa dan pendidik. Aplikasi perangkat lunak seperti Adobe Photoshop dan Illustrator sangat penting dalam fase eksekusi, memastikan keluaran resolusi tinggi (misalnya, 300 dpi) dan mode warna yang sesuai (misalnya, CMYK) untuk kualitas cetak yang optimal
3
. Setiap elemen visual, mulai dari karakter animasi yang dirancang khusus hingga latar belakang bergerak ilusi dan teks utama, dibuat dengan cermat untuk memastikan keterbacaan dari jarak jauh dan daya tarik visual langsung. Proses desain iteratif ini menekankan interaksi proses kognitif, meta-kognitif, dan sosial dalam pemecahan masalah kolaboratif, yang merupakan aspek penting dari pembelajaran berbasis proyek
4
. Dasar-dasar matematis animasi, yang melibatkan keyframes dan interpolasi, sangat penting dalam menciptakan ilusi gerakan, bahkan dalam representasi visual statis seperti poster, dengan secara cermat mengatur hierarki visual dan dinamisme.
Di bawah bimbingan langsung Ismed Rizal, guru Animasi Digital, panduan strategis diberikan mulai dari validasi konsep hingga tinjauan akhir sebelum pencetakan. Bimbingan ini menyoroti pentingnya mengintegrasikan nilai pendidikan dengan daya tarik estetika dalam karya visual, mendorong siswa untuk mengembangkan gaya visual yang konsisten namun profesional. Umpan balik mengenai penyesuaian kontras warna dan hierarki informasi terbukti sangat berharga dalam meningkatkan efektivitas komunikasi visual poster. Mekanisme umpan balik yang efektif sangat penting dalam pengaturan pendidikan, berkontribusi pada pengembangan siswa dan hasil belajar, terutama dalam disiplin ilmu kreatif dan teknis. Peran guru dalam membimbing siswa melalui integrasi teknologi dan pembelajaran berbasis proyek sangat penting untuk mendorong keterlibatan dan memastikan hasil belajar yang sukses.
Pada akhirnya, proyek poster jumbo ini mewakili pengalaman belajar yang komprehensif, mencakup akuisisi keterampilan teknis, pemecahan masalah desain, manajemen waktu, dan tanggung jawab yang melekat dalam menyampaikan pesan melalui media visual. Hasilnya tidak hanya memenuhi standar penilaian kurikulum tetapi juga berfungsi sebagai tambahan yang menginspirasi bagi lingkungan kelas, merangsang antusiasme yang lebih besar untuk studi animasi digital di antara rekan-rekan. Hal ini sejalan dengan penelitian yang menunjukkan bahwa teknik pengajaran kreatif, seperti pembuatan animasi, secara signifikan meningkatkan motivasi dan keterlibatan siswa
5
. Proyek-proyek semacam ini meletakkan dasar yang kuat untuk portofolio profesional di masa depan, menawarkan siswa pengalaman praktis yang menjembatani pembelajaran akademik dengan keterampilan yang relevan dengan industri, tujuan utama dari program pendidikan kejuruan
6
. Penggunaan media digital, seperti animasi dan poster digital, telah terbukti meningkatkan hasil belajar dan keterlibatan di berbagai mata pelajaran dan tingkat pendidikan.
