Project Menggambar 2D Original Character

Nadia Syafwa

 Proyek pembuatan gambar karakter 2D ini merupakan karya mandiri yang saya kerjakan di waktu luang sebagai siswa kelas 11 jurusan Animasi SMK Negeri 2 Pariaman. Karakter ini adalah original character atau OC pribadi yang saya ciptakan dari imajinasi saya sendiri, bukan merupakan tugas dari sekolah. Saya mendesain seorang figur pemuda dengan kepribadian tenang. Karakter ini saya gambar dengan rambut berwarna merah kusam, poni ikal yang jatuh di sisi dahi, serta mata berwarna hijau. Proyek ini lahir dari keinginan saya untuk menciptakan karakter dengan palet warna yang tidak biasa namun tetap memiliki daya tarik visual.

Proses pengerjaan karakter ini saya lakukan secara bertahap dan santai. Saya memulai dengan membuat sketsa kasar menggunakan pensil di atas kertas, mencoba berbagai alternatif bentuk wajah, model poni ikal, serta ekspresi yang sesuai. Setelah menemukan bentuk yang paling cocok, saya scan sketsa tersebut dan mulai masuk ke tahap digital menggunakan aplikasi desain grafis. Bagian rambut merah kusam menjadi tantangan tersendiri karena saya ingin menghadirkan warna yang tidak terlalu mencolok. Saya bereksperimen dengan campuran merah bata dan sedikit sentuhan cokelat hingga mendapatkan tone yang pas. Tekstur ikal pada poni juga saya kerjakan dengan hati-hati agar terlihat alami. Untuk mata hijaunya, saya memberi sedikit gradasi dan sorot kecil agar terlihat hidup meski dengan ekspresi yang tenang.

Selama proses pengerjaan, saya beberapa kali melakukan revisi di bagian proporsi tubuh dan ekspresi wajah. Awalnya karakter ini terlihat terlalu dewasa, tidak sesuai dengan bayangan saya sebagai pemuda remaja. Saya pun mengubah sedikit bentuk wajahnya agar terlihat lebih muda, dengan rahang yang tidak terlalu tegas dan pipi sedikit berisi. Ekspresi matanya juga saya sesuaikan agar teduh namun tetap memiliki kedalaman. Saya juga sempat mengganti beberapa kali tone rambut merahnya—awal terlalu terang, lalu saya redupkan hingga mendapatkan kesan kusam yang justru membuatnya terasa lebih autentik. Proses revisi ini justru membuat saya semakin mengenal karakter ini dan apa yang ingin saya sampaikan melalui visualnya.

Karakter ini akhirnya selesai setelah saya mengerjakannya selama beberapa pekan di sela-sela waktu luang. Melihat hasil akhirnya, saya merasa puas karena berhasil menciptakan karakter dengan aura yang berbeda dari biasanya. Rambut merah kusam dan mata hijaunya menjadi ciri khas yang langsung dapat dikenali, sementara ekspresi tenangnya justru membuat penasaran. Ia tidak sedang tersenyum lebar, hanya menatap lurus dengan ketenangan yang berbicara banyak.