1.Laporan Project Modelling 3D: Pembuatan Karakter 3D Menggunakan Blender
Project pembuatan karakter 3D ini merupakan tugas tengah semester pada mata pelajaran Modelling yang diampu oleh Bapak Hasyanal Faukhanuri. Sebagai siswa kelas 11 jurusan Animasi di SMK Negeri 2 Pariaman, project ini menjadi pengalaman pertama saya dalam merancang karakter dari nol hingga menjadi bentuk tiga dimensi yang utuh. Tantangan terbesar bukan hanya pada penguasaan teknis perangkat lunak Blender, tetapi juga bagaimana menghadirkan ekspresi, proporsi, dan kepribadian dalam sebuah figur digital. Karakter yang saya buat bernama "Aji", seorang remaja laki-laki bergaya kasual dengan atribut topi dan ransel, yang terinspirasi dari keseharian siswa SMK. Project ini benar-benar menguji pemahaman saya terhadap anatomi dasar, topology yang rapi, serta efisiensi edge loop untuk kebutuhan animasi kelak.
Proses pengerjaan dimulai dengan pembuatan konsep sketsa karakter secara 2D sebagai acuan visual. Setelah disetujui, tahap modelling dimulai dengan metode box modelling menggunakan objek cube sebagai basis awal. Saya membentuk tubuh, kepala, dan anggota gerak secara bertahap dengan memanfaatkan fitur extrude, loop cut, dan subdivision surface. Bagian tersulit ada pada pembentukan wajah dan jari tangan, karena membutuhkan kesabaran ekstra dalam mengatur vertex satu per satu agar tidak terjadi distorsi. Bapak Hasyanal memberikan banyak masukan terkait flow edge loop di area mulut dan mata agar karakter nantinya siap untuk dianimasikan. Saya juga menambahkan detail seperti lipatan baju, tali sepatu, dan resleting tas untuk memperkaya visual karakter.
Setelah seluruh bagian tubuh selesai dimodelkan, tahap selanjutnya adalah pemberian material dan tekstur. Saya menggunakan sistem shader berbasis Principled BSDF untuk memberikan efek kulit, kain, dan plastik pada atribut karakter. Proses UV mapping dilakukan agar tekstur dapat ditempatkan secara presisi, terutama pada bagian wajah dan logo topi. Pencahayaan diatur menggunakan tiga titik cahaya (three-point lighting) agar karakter terlihat jelas dimensi dan volume tubuhnya. Di sinilah saya belajar bahwa karakter 3D yang baik tidak hanya ditentukan oleh kerapatan model, tetapi juga bagaimana cahaya jatuh dan membentuk kesan dramatis. Beberapa kali saya mengalami kendala seperti texture stretching dan geometry yang meleset, namun perlahan bisa diperbaiki melalui bimbingan dan eksperimen mandiri.
Menyelesaikan karakter Aji memberikan kepuasan tersendiri sekaligus pelajaran berharga tentang ketelitian dan manajemen waktu. Saya menyadari bahwa proses blocking yang rapih di awal sangat menentukan kelancaran tahap detailing dan finishing ke depannya. Project ini juga membuka wawasan bahwa karakter 3D bukan sekadar kumpulan polygon, melainkan media bercerita yang mampu menyampaikan emosi dan identitas. Ke depan, saya ingin mengembangkan kemampuan rigging dan texturing lebih lanjut agar karakter yang saya buat tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga fungsional untuk keperluan animasi. Project karakter 3D ini akan saya jadikan sebagai portofolio kebanggaan sekaligus bukti perkembangan kompetensi saya selama belajar di SMK Negeri 2 Pariaman.
