Laporan Project Modelling Room

aulya ivana

Laporan Project Animasi Modeling Room


Nama                     : Aulya Ivana Nengsih
Kelas                      : 11 Animasi 2
Mata Pelajaran     : Modelling 
Guru Pengampu  : Hasyanal Faukhanuri



Proyek akhir semester pada mata pelajaran Modelling yang diampu oleh Bapak Hasyanal Faukhanuri ini bertujuan untuk mengasah kemampuan siswa dalam membangun dan menata ruang tiga dimensi secara virtual. Saya, Aulya Ivana Nengsih, siswa kelas 11 jurusan Animasi SMK Negeri 2 Pariaman, memilih tema “ No Money Aesthetic Bedroom” sebagai objek dekorasi kamar 3D. Tema ini saya pilih karena menantang untuk menerapkan prinsip pencahayaan lembut, proporsi furnitur yang ergonomis, serta komposisi warna yang hangat, sekaligus merepresentasikan suasana kamar pribadi yang nyaman. Proyek ini menjadi penting sebagai bekal dasar dalam membangun latar (environment) untuk produksi film animasi pendek di semester mendatang.

Proses pengerjaan dimulai dengan melakukan blocking menggunakan primitive shapes di Blender 3D, seperti kubus, silinder, dan bidang datar untuk lantai serta dinding. Seluruh objek furnitur utama, seperti tempat tidur, lemari, meja belajar, dan lampu hias, saya model menggunakan teknik extrudeloop cut, serta bevel agar menghasilkan bentuk yang tegas namun tetap halus pada bagian sudut. Untuk aksen dekoratif seperti bantal. Saya juga membuat jendela dengan sistem array dan boolean untuk mendapatkan efek kisi-kisi yang presisi. Seluruh proses modelling ini memakan waktu sekitar 1 hari, dengan kendala utama pada pembentukan gorden jendela.

Setelah proses modelling rampung, tahap berikutnya adalah memberikan material dan tekstur menggunakan shader editor Blender. Saya menerapkan tekstur keramik pada lantai, material kain kasar pada kasur dan gorden. Pencahayaan menjadi elemen kunci dekorasi kamar ini; saya menggunakan tiga sumber cahaya utama yaitu sun light untuk siang hari yang masuk melalui jendela, point light dengan warna oranye redup di sudut ruangan, dan area light dari balik kamera agar tidak ada bayangan yang terlalu gelap. Rendering dilakukan dengan engine Cycles pada resolusi 1920x1080 dengan sampel 512 untuk menghasilkan bayangan yang bersih dan realistis. Hasil akhir menunjukkan ruangan terasa hangat, dengan permainan cahaya dan bayangan yang memperkuat dimensi setiap objek.

Secara keseluruhan, proyek dekorasi kamar 3D ini telah berhasil memenuhi kriteria penilaian yang ditetapkan Bapak Hasyanal Faukhanuri, yaitu ketepatan proporsi, kerapian topology, dan suasana ruang yang komunikatif. Saya menyadari bahwa masih terdapat kekurangan, misalnya pada tekstur lantai yang kurang terlihat kilapnya dan waktu render yang cukup lama karena kompleksitas shader. Namun, proyek ini memberikan pengalaman berharga tentang pentingnya lighting dan composition dalam membangun mood sebuah ruangan. Ke depan, saya akan memperdalam teknik sculpting untuk objek dekorasi yang lebih organik serta mempelajari post-processing di kompositor agar hasil render lebih optimal. Laporan ini saya akhiri dengan rasa syukur dan terima kasih kepada guru pembimbing yang telah sabar membimbing kami dalam memahami alur kerja modelling 3D secara profesional.