Laporan Project Modeling 3D Gelas Kaca
Nama: Rafi Andika Saputra
Kelas: 11 Animasi
Sekolah: SMK Negeri 2 Pariaman
Mata Pelajaran: Animate 3D
Guru Pengampu: Hasyanal Fauhkhanuri
Pada project kali ini, saya, Rafi Andika Saputra, siswa kelas 11 jurusan Animasi di SMK Negeri 2 Pariaman, melaksanakan tugas **modeling 3D** berupa objek gelas kaca. Project ini merupakan bagian dari mata pelajaran Animate 3D yang diampu oleh Bapak Hasyanal Fauhkhanuri. Tujuan utama dari pembuatan gelas kaca ini adalah untuk memahami teknik pemodelan objek transparan serta menguasai material kaca yang membutuhkan pengaturan cahaya dan bayangan secara khusus. Saya memulai proses dengan membuka software Blender 3D, lalu menambahkan objek kurva berbentuk lingkaran sebagai profil awal. Dengan menggunakan teknik **screw modifier** atau **spin tool**, saya memutar profil tersebut pada sumbu vertikal sehingga membentuk badan gelas yang simetris dengan lekukan yang elegan. Saya juga membuat bagian dasar gelas sedikit lebih tebal dan bagian bibir gelas agak melengkung ke luar agar terlihat seperti gelas minum pada umumnya.
Proses selanjutnya adalah pembuatan material kaca pada objek gelas. Saya menggunakan shader **Principled BSDF** dengan mengatur parameter *Transmission* menjadi 1.0 agar cahaya dapat menembus objek sepenuhnya, serta *Roughness* saya set sangat rendah sekitar 0.05 hingga 0.1 untuk efek mengkilap seperti kaca bening. Saya juga menambahkan nilai *IOR (Index of Refraction)* sebesar 1.45 yang merupakan nilai standar untuk kaca, sehingga pembiasan cahaya yang masuk terlihat alami. Agar efek kaca semakin nyata, saya membuat latar belakang sederhana berupa meja kayu dan dinding dengan tekstur polos, lalu menambahkan pencahayaan menggunakan **three-point lighting** serta **HDRI environment** untuk menghasilkan pantulan dan bayangan yang indah pada permukaan gelas. Untuk menambah kesan realistis, saya juga membuat duplikat gelas dan mengisinya dengan air menggunakan teknik *boolean modifier* pada objek silinder yang ditempatkan tepat di dalam gelas.
Kendala yang saya hadapi adalah saat melakukan **render** dengan material kaca, hasilnya seringkali terlihat terlalu gelap atau justru tidak terlihat sama sekali seperti benda padat karena latar belakang yang kurang mendukung. Awalnya saya tidak memahami bahwa material transparan seperti kaca sangat bergantung pada lingkungan di sekitarnya untuk menampilkan pantulan dan bias cahaya. Saya berkonsultasi dengan Bapak Hasyanal Fauhkhanuri, yang kemudian menjelaskan bahwa kaca membutuhkan objek atau tekstur di belakangnya agar bias dan pantulannya terlihat. Beliau menyarankan saya untuk menambahkan **HDRI map** dengan latar ruangan yang terang serta menempatkan objek sederhana di belakang gelas, seperti buku atau kotak kecil. Beliau juga mengajarkan cara mengaktifkan fitur *caustics* pada render engine Cycles agar efek pembiasan cahaya melalui kaca dan air dapat terlihat lebih dramatis. Setelah beberapa kali percobaan dan penyesuaian posisi lampu, hasil render akhirnya menunjukkan gelas kaca yang bening, berkilau, dan memiliki pantulan yang indah.
Secara keseluruhan, project modeling 3D gelas kaca ini memberikan pemahaman yang sangat mendalam kepada saya tentang pentingnya pengaturan material transparan, pencahayaan, dan lingkungan dalam animasi 3D. Saya kini mengerti bahwa membuat objek kaca tidak cukup hanya dengan mengatur transmission, tetapi juga membutuhkan perhatian pada IOR, roughness, serta elemen-elemen di sekitar objek agar terlihat realistis. Hasil akhir project ini berupa gambar render gelas kaca yang dapat saya jadikan sebagai portofolio dalam mata pelajaran Animate 3D. Saya mengucapkan terima kasih kepada Bapak Hasyanal Fauhkhanuri yang telah sabar membimbing dan memberikan arahan teknis yang sangat berguna. Ke depannya, saya akan mencoba membuat objek kaca yang lebih kompleks seperti botol parfum, akuarium, atau lampu hias dengan material kaca berwarna.
