Mata Pelajaran: 3D Modelling
Sebagai siswa kelas 11 Jurusan Animasi di SMK Negeri 2 Pariaman, saya telah menyelesaikan projek pemodelan objek gelas bening dalam mata pelajaran 3D Modelling. Fokus utama dari projek ini adalah mengeksplorasi kemampuan perangkat lunak dalam mensimulasikan material kaca yang memiliki sifat tembus pandang (transparency) dan pembiasan cahaya (refraction). Melalui pembuatan dua jenis gelas yang berbeda—gelas tangkai dan cangkir—saya belajar bagaimana detail geometri yang halus sangat berpengaruh terhadap hasil akhir pantulan cahaya pada sebuah objek digital.
Proses pemodelan dimulai dengan teknik lathe atau manipulasi vertex secara melingkar untuk mendapatkan bentuk lengkungan gelas yang presisi dan simetris. Saya memberikan perhatian khusus pada ketebalan dinding gelas menggunakan modifier solidify, karena dalam dunia 3D, ketebalan material sangat menentukan bagaimana cahaya akan dibiaskan melalui objek tersebut. Jika dinding gelas terlalu tipis atau tidak memiliki volume, maka efek kaca yang dihasilkan tidak akan terlihat realistis saat memasuki tahap pemrosesan material.
Tahap paling krusial dalam projek ini adalah pengaturan shader pada panel material. Saya menggunakan prinsip Principled BSDF dengan memaksimalkan nilai Transmission dan menurunkan Roughness hingga mendekati nol untuk mendapatkan permukaan yang jernih dan mengkilap. Selain itu, saya mengatur nilai Index of Refraction (IOR) standar kaca agar distorsi cahaya di dalam gelas terlihat akurat. Pencahayaan dengan latar belakang berwarna biru redup sengaja dipilih untuk menonjolkan garis tepi (rim light) dan bayangan jatuh yang lembut, sehingga struktur bening gelas tetap terlihat tegas dan nyata.
Penyelesaian projek ini memberikan pemahaman mendalam bagi saya mengenai kompleksitas pemodelan benda berbahan dasar kaca di industri animasi. Saya menyadari bahwa kunci dari realisme objek transparan terletak pada perpaduan antara topologi yang rapi dan pengaturan material yang tepat. Laporan ini merupakan bagian dari progres belajar saya di SMK Negeri 2 Pariaman, dan pengalaman teknis ini akan menjadi modal berharga bagi saya dalam menciptakan aset-aset visual yang lebih kompleks dan menantang di masa depan.
