Laporan Project: Produksi 3D Environment Modeling (Taman)
Mata Pelajaran: 3D Modeling
Instansi: SMK Negeri 2 Pariaman
Kelas: 11 Animasi
Narasi Laporan
Pada tahap awal project mata pelajaran 3D Modeling ini, saya ditugaskan untuk merancang sebuah lingkungan luar ruangan berupa taman kota yang fungsional dan estetis. Sebagai siswa kelas 11 Animasi di SMK Negeri 2 Pariaman, saya memulai proses ini dengan menyusun layout atau denah dasar untuk menentukan penempatan elemen-elemen utama seperti jalur pejalan kaki, area duduk, dan zona vegetasi. Tahap perencanaan ini sangat penting guna memastikan bahwa taman yang dibangun secara digital memiliki skala yang proporsional dan komposisi yang seimbang antara ruang terbuka dan objek pengisi.
Memasuki tahap produksi, saya melakukan pemodelan berbagai aset hard surface dan organik secara mendalam. Saya membangun objek-objek seperti bangku taman, lampu jalan, dan pagar dengan teknik box modeling agar memiliki detail yang presisi. Tantangan terbesar dalam project ini adalah menciptakan elemen vegetasi seperti pohon, rumput, dan bunga yang terlihat alami namun tetap efisien dalam penggunaan poligon. Saya menerapkan teknik instancing untuk mendistribusikan tanaman di seluruh area taman guna menjaga performa perangkat lunak tetap stabil tanpa mengorbankan kepadatan visual lingkungan.
Setelah semua aset terkumpul dalam satu scene, saya melanjutkan ke tahap Texturing dan Environment Lighting. Saya menggunakan berbagai material seperti tekstur kayu untuk bangku, batu alam untuk jalan setapak, dan material organik untuk tanaman. Pencahayaan diatur sedemikian rupa menggunakan sistem Daylight atau HDRi untuk menyimulasikan suasana pagi atau sore hari, sehingga menciptakan bayangan yang lembut dan nuansa yang hidup. Proses ini bertujuan untuk memberikan atmosfer yang nyaman dan realistis pada model taman yang telah saya buat.
Sebagai penutup, project pemodelan taman ini telah memberikan pengalaman berharga dalam mengelola aset digital yang kompleks dalam satu kesatuan lingkungan (environment modeling). Melalui bimbingan guru pengampu, saya belajar bagaimana menyelaraskan berbagai objek berbeda agar menyatu dalam satu tema visual yang harmonis. Laporan ini merupakan bukti perkembangan kompetensi teknis saya di kelas 11 SMK Negeri 2 Pariaman, sekaligus menjadi landasan bagi saya untuk memahami lebih dalam mengenai desain latar belakang (background) dalam industri animasi profesional.
