Produksi 3D Hard Surface Modeling (Gelas)

rizkyazkafadhli



Laporan Project: Produksi 3D Hard Surface Modeling (Gelas)

Mata Pelajaran: 3D Modeling

Instansi: SMK Negeri 2 Pariaman

Kelas: 11 Animasi


Narasi Laporan

Pada tahap awal project mata pelajaran 3D Modeling ini, saya fokus pada pembuatan objek hard surface berupa gelas. Sebagai siswa kelas 11 Animasi di SMK Negeri 2 Pariaman, saya memulai project dengan melakukan observasi terhadap berbagai bentuk gelas dan sifat fisik kaca. Proses ini melibatkan pemahaman tentang ketebalan dinding objek, kelengkungan dasar gelas, hingga bagaimana cahaya berinteraksi dengan material transparan. Tahap perencanaan ini sangat penting agar model yang dihasilkan memiliki proporsi yang akurat dan terlihat realistis secara fungsional.


Memasuki tahap produksi, saya menggunakan teknik lathe atau cylinder modeling untuk membentuk badan gelas secara presisi. Saya sangat memperhatikan detail pada bagian bibir gelas dan transisi lengkungan di bagian bawah agar tampak halus. Salah satu tantangan teknis dalam modeling ini adalah memastikan topologi atau aliran garis pada model tetap rapi (quads), terutama saat menerapkan subdivision surface untuk mendapatkan permukaan yang licin tanpa adanya cacat visual (pinching) pada model.

Setelah tahap pemodelan selesai, fokus beralih ke pengaturan Shading dan Rendering. Karena objek yang dibuat adalah gelas, saya bereksperimen dengan material glass BSDF untuk mengatur tingkat transparansi (transmission) dan indeks bias cahaya (IOR). Hal ini bertujuan agar gelas dapat membiaskan cahaya di belakangnya secara alami sebagaimana objek kaca di dunia nyata. Saya juga menambahkan pencahayaan studio sederhana untuk menonjolkan refleksi dan bayangan yang memperkuat kesan volume dan kejernihan dari model 3D tersebut.

Sebagai penutup, project pembuatan 3D gelas ini telah memberikan saya pemahaman mendalam mengenai prinsip dasar pemodelan benda mati dan manipulasi material transparan. Melalui bimbingan guru pengampu, saya belajar bahwa ketelitian dalam detail kecil, seperti ketebalan kaca, sangat menentukan kualitas akhir sebuah karya animasi. Laporan ini merupakan bukti perkembangan kompetensi teknis saya di kelas 11 SMK Negeri 2 Pariaman dalam menciptakan aset digital yang solid dan siap digunakan dalam lingkungan produksi yang lebih luas.