Project 3D Modeling Membuat Kharakter

Melani putri aldi

Identitas Keterangan 

Nama:Melani 

Kelas:XI (Sebelas)

 Jurusan:Animasi 

Sekolah:SMK Negeri 2 Pariaman

 Mata Pelajaran:Animasi Modeling 

Guru Pengampu:Bapak Hasyanal Faukhanuri

 Judul Project Pembuatan Objek 3D: Gelas 

Paragraf 1 (Pendahuluan dan Latar Belakang) Saya, Melani, siswa kelas 11 jurusan Animasi di SMK Negeri 2 Pariaman, telah melaksanakan project pembuatan objek 3D berbentuk gelas pada mata pelajaran Animasi Modeling yang diampu oleh Bapak Hasyanal Faukhanuri. Project ini bertujuan untuk melatih kemampuan saya dalam memodelkan objek transparan atau bening, yang merupakan salah satu tantangan tersendiri dalam dunia animasi 3D karena menyangkut pengaturan material, indeks bias (ior), serta interaksi cahaya dengan objek. Gelas dipilih sebagai objek karena bentuknya yang sederhana namun memiliki kompleksitas pada sisi transparansi, pantulan, serta ketebalan dinding yang harus tampak realistis. Project ini menjadi pengalaman berharga bagi saya untuk memahami cara kerja material kaca dan bagaimana pencahayaan memengaruhi tampilan objek bening.


 

Paragraf 2 (Proses Modeling) Proses pembuatan gelas saya mulai dengan membuat profil setengah gelas menggunakan kurva bezier atau dengan cara memodelkan langsung dari silinder. Langkah pertama, saya menambahkan mesh silinder sebagai dasar, kemudian saya melakukan extrude pada bagian tepi atas, tengah, dan bawah secara bertahap membentuk lekukan gelas. Saya juga membuat bagian dasar gelas yang sedikit tebal agar terlihat seperti gelas asli pada umumnya. Setelah bentuk luar selesai, saya menduplikasi mesh tersebut lalu menskalanya lebih kecil untuk menciptakan bagian dalam gelas, sehingga terbentuk ketebalan dinding yang realistis. Bapak Hasyanal membimbing saya tentang pentingnya normals yang menghadap ke arah yang benar (tidak terbalik) agar material transparan dapat berfungsi dengan sempurna. Saya juga menambahkan sedikit detail seperti bibir gelas yang sedikit membulat agar lebih nyaman dipandang. 

Paragraf 3 (Texturing, Pencahayaan, dan Rendering) Setelah model gelas selesai, saya melanjutkan ke tahap pemberian material dan pengaturan pencahayaan. Saya menggunakan material Glass BSDF dengan nilai Roughness rendah dan Index of Refraction (IOR) sekitar 1,45 hingga 1,52, yang merupakan nilai standar untuk kaca. Saya juga menambahkan sedikit warna kebiruan atau kehijauan pada material agar gelas terlihat seperti kaca bening berkualitas. Bapak Hasyanal mengajarkan bahwa objek transparan sangat bergantung pada lingkungan sekitarnya, oleh karena itu saya menyiapkan latar belakang dengan environment texture berupa ruangan sederhana atau langit, serta menambahkan meja kayu di bawah gelas untuk menciptakan efek pantulan dan bayangan. Pencahayaan yang saya gunakan adalah three-point lighting dengan tambahan backlight yang cukup kuat agar sinar menembus dinding kaca dan menciptakan efek caustics yang indah. Proses rendering saya lakukan dengan resolusi tinggi menggunakan mesin Cycles agar hasil transparansi dan pantulan kaca tampak sempurna. 

Paragraf 4 (Kesimpulan dan Ucapan Terima Kasih) Dengan terselesaikannya project gelas 3D ini, saya mendapatkan pemahaman yang mendalam tentang kompleksitas pemodelan objek transparan, yang ternyata tidak semudah kelihatannya. Saya belajar bahwa material kaca sangat bergantung pada pencahayaan dan lingkungan sekitar, serta pentingnya menjaga arah normals dan ketebalan dinding agar hasil render tidak terlihat aneh. Project ini juga mengajarkan saya tentang nilai IOR yang tepat dan bagaimana cahaya dapat membiaskan bayangan di belakang objek bening. Saya mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada Bapak Hasyanal Faukhanuri yang telah sabar membimbing saya, terutama dalam mengatasi masalah normals terbalik dan pengaturan material kaca yang sempat membuat hasil render saya terlihat buram. Semoga laporan ini bermanfaat dan menjadi bukti bahwa siswa SMK Negeri 2 Pariaman mampu menghasilkan karya animasi 3D dengan objek transparan yang realistis dan profesional.