Laporan Project Animasi Modelling Donat
Nama : Aulya Ivana Nengsih
Kelas : 11 Animasi 2
Mata Pelajaran : Modelling
Guru Pengampu : Hasyanal Faukhanuri
Sebagai salah satu tugas praktik pada mata pelajaran Modelling yang diampu oleh Bapak Hasyanal Faukhanuri, saya, Aulya Ivana Nengsih, siswa kelas 11 jurusan Animasi SMK Negeri 2 Pariaman, diberikan proyek untuk membuat objek donat 3D menggunakan Blender. Proyek ini terinspirasi dari tutorial klasik pemula Blender yang terkenal, namun saya mengembangkannya dengan sentuhan dan variasi sendiri. Tujuan utama dari tugas ini adalah untuk menguasai teknik pemodelan objek berbasis torus (bentuk cincin), memahami sistem subdivision surface untuk menghasilkan permukaan yang halus, serta belajar membuat tekstur bercorak seperti butiran gula dan taburan cokelat. Donat dipilih karena bentuknya yang sederhana namun menyimpan banyak tantangan teknis, terutama pada bagian icing (lapisan gula) yang harus melengkung mengikuti permukaan donat secara presisi.
Proses pengerjaan dimulai dengan menambahkan objek torus sebagai badan utama donat. Saya mengatur parameter major radius dan minor radius agar menghasilkan bentuk donat yang proporsional, tidak terlalu gemuk dan tidak terlalu kurus. Agar permukaan donat terlihat halus dan menggugah selera, saya menerapkan subdivision surface modifier dengan level 2. Untuk bagian icing (lapisan gula cokelat), saya menduplikasi torus donat, lalu mengeditnya dengan memilih beberapa loop bagian atas dan mengekstrusinya ke luar sedikit, kemudian menambahkan solidify modifier agar lapisan gula memiliki ketebalan. Saya juga membuat efek drip (tetesan gula yang meleleh ke samping) dengan cara memilih beberapa vertex secara acak pada tepi bawah icing, lalu menariknya ke bawah menggunakan proportional editing. Taburan warna-warni (sprinkles) saya buat dari objek cylinder tipis memanjang yang kemudian saya duplikasi puluhan kali dan letakkan secara acak di permukaan icing menggunakan teknik particle system yang dikonversi ke objek nyata.
Setelah pemodelan selesai, tahap berikutnya adalah pemberian material yang membuat donat terlihat lezat. Menggunakan shader editor di Blender, saya membuat material donat bagian bawah dengan warna cokelat keemasan, mengatur nilai roughness rendah dan sedikit subsurface scattering agar tampak seperti adonan yang baru digoreng. Untuk icing cokelat, saya menggunakan material glossy dengan warna cokelat tua dan roughness sangat rendah (sekitar 0,1) agar terlihat mengilap basah. Taburan (sprinkles) saya beri warna-warna cerah seperti merah, kuning, biru, dan hijau dengan material diffuse yang sedikit glossy. Tekstur donat bagian bawah saya perkuat dengan noise texture yang dihubungkan ke bump map, sehingga permukaannya terlihat berpori-pori kecil seperti adonan donat sungguhan. Pencahayaan menggunakan sistem three-point lighting: key light dari kiri atas dengan warna putih terang, fill light dari kanan dengan intensitas lebih rendah, dan rim light dari belakang untuk memisahkan donat dari latar belakang. Rendering dilakukan dengan Cycles pada resolusi 1920x1080 dengan latar belakang gradien lembut.
