Satu Minggu Untuk Satu Karya

Dunia digital di layar ponselku selalu menjadi tempat pelarian yang paling nyaman. Hari itu, sebuah pesanan komisi masuk: ilustrasi seorang karakter pria mengenakan kostum pegawai supermarket. Kedengarannya sederhana, tapi aku tahu detail seragam dan anatomi pria yang tepat akan membutuhkan ketelitian ekstra di Ibis Paint. Tantangan terbesarku bukanlah pada kanvas putih itu, melainkan pada waktu. Sebagai seorang pelajar, hariku sudah tersegel oleh rutinitas yang kaku. Setiap pagi, tepat pukul 07.00, aku sudah harus berangkat menuntut ilmu dan baru bisa menginjakkan kaki kembali di rumah sekitar pukul 16.00 sore. Rasa lelah setelah seharian di sekolah seringkali menggoda untuk membiarkan stylus tetap tergeletak di meja. Namun, ada kepuasan tersendiri saat melihat garis demi garis mulai membentuk karakter. Dengan kegigihan dan usaha yang diselipkan di antara jam istirahat dan waktu istirahat malam, aku mulai mencicilnya. Satu hari untuk sketsa, satu hari untuk lineart, dan beberapa hari berikutnya untuk eksplorasi warna serta pencahayaan agar seragam supermarket itu terlihat hidup. Karena keterbatasan waktu di hari sekolah, proses ini memakan waktu sekitar satu minggu penuh. Sebuah perjalanan yang cukup panjang namun terasa sangat berarti. Lain ceritanya jika pesanan datang di hari libur. Saat seragam sekolah tergantung rapi di lemari dan waktu luang membentang luas, aku bisa lebih fokus. Tanpa interupsi jadwal pelajaran, aku bisa menyelesaikan karakter serupa dalam waktu 3 hingga 5 hari saja, tergantung seberapa rumit detail yang diminta. Pada akhirnya, karakter pegawai supermarket itu selesai dengan sempurna. Melihat hasil akhirnya memberikan rasa bangga yang luar biasa—bukan hanya karena karyanya, tapi karena aku berhasil mengalahkan rasa lelah dan membuktikan bahwa kesibukan sekolah bukanlah penghalang untuk tetap berkarya.