Proyek pembuatan gambar 2D ini merupakan tugas besar untuk kelas 11 Animasi di SMK Negeri 2 Pariaman di bawah bimbingan Bapak Ismed Rizal. Fokus utama dalam proyek ini adalah memvisualisasikan pertarungan epik antara dua karakter terkuat dari seri Jujutsu Kaisen, yaitu Ryomen Sukuna dan Gojo Satoru. Melalui tugas ini, saya mengeksplorasi teknik komposisi dinamis untuk menangkap intensitas pertempuran, di mana aspek proporsi dan perspektif menjadi kunci utama dalam menghadirkan interaksi yang dramatis antara kedua karakter tersebut.
Dalam tahap perancangan, saya memberikan perhatian khusus pada detail visual yang membedakan keduanya, seperti tato khas pada tubuh Sukuna serta detail mata Six Eyes milik Gojo. Penggunaan garis (line art) yang ekspresif diterapkan untuk mempertegas gerakan serangan, sementara elemen lingkungan di sekitar mereka digambarkan untuk memberikan skala kekuatan yang besar. Teknik penggambaran tangan dan ekspresi wajah menjadi tantangan teknis tersendiri agar emosi dari pertarungan "Penyihir Terkuat" ini dapat tersampaikan dengan baik kepada audiens.
Aspek pencahayaan dan pewarnaan menjadi elemen krusial untuk menciptakan atmosfer ketegangan dalam gambar 2D ini. Saya menerapkan skema warna yang kontras, memanfaatkan efek visual dari teknik Limitless milik Gojo dan teknik Cleave atau Dismantle milik Sukuna untuk memberikan efek kedalaman. Dengan memanfaatkan teori pencahayaan digital, bayangan yang jatuh pada setiap lekuk pakaian dan otot karakter diatur sedemikian rupa agar volume gambar tetap terlihat solid meskipun berada dalam medium dua dimensi.
Sebagai siswa kelas 11 Animasi, pengerjaan proyek ini merupakan kesempatan berharga bagi saya, Zhikri Al Azra, untuk mengasah kemampuan teknis dan kreativitas sesuai standar kurikulum yang diajarkan oleh Bapak Ismed Rizal. Proyek ini tidak hanya melatih ketajaman visual dalam menggambar karakter yang sudah ada, tetapi juga melatih kesabaran dalam menyusun detail yang kompleks. Harapannya, hasil akhir dari karya ini dapat menjadi representasi kualitas pembelajaran di SMK Negeri 2 Pariaman serta menjadi langkah awal yang baik dalam membangun portofolio profesional saya di industri animasi.
