Berikut adalah narasi laporan project 3D Modeling Rumah yang disusun dalam 4 paragraf untuk memenuhi tugas mata pelajaran Modeling di kelas 11 SMK Negeri 2 Pariaman.
Laporan Project: Produksi 3D Architectural Modeling (Rumah)
Mata Pelajaran: 3D Modeling
Instansi: SMK Negeri 2 Pariaman
Kelas: 11 Animasi
Narasi Laporan
Pada tahap awal project mata pelajaran 3D Modeling ini, saya berfokus pada perancangan aset lingkungan berupa model rumah tinggal. Sebagai siswa kelas 11 Animasi di SMK Negeri 2 Pariaman, saya memulai proses ini dengan mempelajari dasar-dasar arsitektur dan membaca denah sederhana guna menentukan skala yang akurat. Tahap perencanaan sangat krusial agar model rumah yang dibangun memiliki proporsi yang realistis, mencakup penempatan pintu, jendela, hingga struktur atap yang sesuai dengan kaidah desain bangunan.
Memasuki tahap produksi, saya menggunakan teknik hard surface modeling untuk membangun struktur utama rumah mulai dari dinding, lantai, hingga detail kusen. Saya menerapkan teknik extrude dan bevel dengan sangat teliti untuk menciptakan ketegasan pada setiap sudut bangunan. Pengaturan topologi yang rapi tetap menjadi prioritas saya guna menghindari adanya shading yang rusak saat memasuki proses penghalusan, sehingga setiap bagian rumah, baik eksterior maupun interior sederhana, terlihat solid dan presisi.
Setelah struktur bangunan selesai, saya melanjutkan ke tahap Texturing dan Environment Lighting. Pada tahap ini, saya memberikan material pada setiap bagian rumah, seperti tekstur beton untuk dinding, kayu untuk daun pintu, dan material kaca yang memiliki refleksi pada jendela. Saya juga menambahkan sistem pencahayaan matahari (sun light) untuk menciptakan bayangan yang realistis, yang berfungsi untuk menonjolkan kedalaman dimensi serta memberikan kesan atmosfer yang hidup pada lingkungan sekitar rumah tersebut.
Sebagai penutup, project 3D Modeling rumah ini telah memberikan saya pengalaman mendalam mengenai alur kerja pembuatan aset lingkungan (environment) dalam dunia animasi. Melalui bimbingan guru pengampu, saya belajar bahwa ketepatan skala dan detail material adalah kunci utama dalam menciptakan visualisasi bangunan yang meyakinkan. Laporan ini merupakan bukti pengembangan kompetensi teknis saya di kelas 11 SMK Negeri 2 Pariaman, serta menjadi langkah awal bagi saya untuk mendalami pembuatan latar belakang (background) yang lebih kompleks di masa depan.
