Laporan Project Animate 2D Tail Ball

Raffi Andika  Saputra

Laporan Project Animate 2D Tail Ball


Nama: Rafi Andika Saputra  

Kelas: 11 Animasi  

Sekolah: SMK Negeri 2 Pariaman  

Mata Pelajaran: Animate 2D  

Guru Pengampu: Andre Defrizal





Pada project kali ini, saya, Rafi Andika Saputra, siswa kelas 11 jurusan Animasi di SMK Negeri 2 Pariaman, melaksanakan tugas animasi 2D dengan judul **Tail Ball** atau animasi bola beserta ekornya. Project ini merupakan bagian dari mata pelajaran Animate 2D yang diampu oleh Bapak Andre Defrizal. Tujuan utama dari pembuatan animasi Tail Ball adalah untuk memahami dan mempraktikkan **prinsip animasi** khususnya *follow through* dan *overlapping action*, di mana sebuah objek yang bergerak memiliki bagian-bagian yang mengikuti gerakan utama dengan jeda waktu tertentu. Saya memulai dengan membuat desain sederhana berupa sebuah bola bulat yang dilengkapi dengan ekor panjang seperti bendera atau kain. Seluruh gambar saya buat secara digital menggunakan software animasi 2D seperti Adobe Animate atau Krita, dengan memanfaatkan layer terpisah untuk bola dan ekor agar memudahkan proses animasi nantinya.


Proses animasi saya mulai dengan menentukan **timing** dan **spacing** gerakan bola. Saya membuat bola bergerak dari kiri ke kanan dengan lintasan melengkung sedikit naik turun layaknya bola yang menggelinding sekaligus memantul ringan. Untuk ekornya, saya tidak menggerakkannya bersamaan dengan bola, melainkan memberikan jeda beberapa frame. Prinsip *follow through* saya terapkan dengan membuat ekor tetap bergerak meskipun bola sudah berhenti, sementara *overlapping action* saya wujudkan dengan membuat ujung ekor selalu tertinggal sedikit dari pangkal ekor. Saya menggunakan teknik **pose to pose** dengan menggambar beberapa *key pose* terlebih dahulu, yaitu pose saat bola di posisi awal, tengah, dan akhir, lalu mengisi *in-between* atau *breakdown* untuk memperhalus gerakan ekor yang melambai-lambai.


Kendala yang saya hadapi adalah saat mencoba membuat gerakan ekor terlihat alami seperti kain atau tali yang lembut, bukan seperti benda kaku. Awalnya, ekor saya bergerak terlalu kaku dan bersamaan dengan bola sehingga terlihat tidak hidup. Saya berkonsultasi dengan Bapak Andre Defrizal, yang kemudian menjelaskan pentingnya memahami **grafik kecepatan** atau *speed graph* pada gerakan ekor. Beliau menunjukkan contoh bahwa pangkal ekor harus bergerak lebih dulu, disusul bagian tengah, dan terakhir ujung ekor. Beliau juga mengajarkan teknik *squash and stretch* ringan pada ekor untuk memberikan efek lentur. Setelah beberapa kali revisi dan melakukan *playblast* berulang, saya berhasil membuat gerakan ekor yang mengalir secara alami dan memuaskan.


Secara keseluruhan, project Animate 2D Tail Ball ini memberikan pengalaman yang sangat berharga bagi saya dalam menerapkan prinsip-prinsip animasi klasik, terutama *follow through* dan *overlapping action*. Saya kini mengerti bahwa animasi yang baik tidak hanya tentang membuat objek bergerak, tetapi juga bagaimana setiap bagian objek merespons gerakan tersebut secara fisikal dan temporal. Hasil akhir project ini berupa video pendek animasi bola berekor yang bergerak lentur, yang akan menjadi bagian penting dalam portofolio saya. Saya mengucapkan terima kasih kepada Bapak Andre Defrizal atas bimbingan, koreksi, serta wawasan berharga tentang teknik animasi 2D. Ke depannya, saya akan menerapkan prinsip yang sama pada karakter yang lebih kompleks, seperti rambut, jubah, atau aksesoris yang bergerak mengikuti karakter utama.