Laporan Project Modeling 3D Pemandangan Hutan

Raffi Andika  Saputra

Laporan Project Modeling 3D Pemandangan Hutan 


Nama: Rafi Andika Saputra  

Kelas: 11 Animasi  

Sekolah: SMK Negeri 2 Pariaman  

Mata Pelajaran: Modeling 3D  

Guru Pengampu: Hasyanal Fauhkhanuri





Pada project modeling 3D kali ini, saya, Rafi Andika Saputra, siswa kelas 11 jurusan Animasi di SMK Negeri 2 Pariaman, diberikan tugas untuk membuat sebuah scene pemandangan alam berupa hutan lengkap dengan tenda camping. Tugas ini merupakan bagian dari mata pelajaran Modeling 3D yang diampu oleh Bapak Hasyanal Fauhkhanuri. Tujuan utama dari project ini adalah untuk melatih kemampuan saya dalam membangun lingkungan 3D yang utuh, yang melibatkan banyak objek sekaligus, mulai dari pepohonan, rerumputan, hingga tenda sebagai objek utama. Saya memulai proses dengan membuat terrain atau permukaan tanah menggunakan plane yang kemudian saya beri subdivision surface dan sculpting sederhana untuk menciptakan elevasi bukit kecil serta area datar untuk tenda. Setelah itu, saya membuat pepohonan dengan menggabungkan silinder sebagai batang dan beberapa bola yang dimodifikasi bentuknya sebagai dedaunan, lalu menduplikasinya di berbagai sudut dengan skala yang bervariasi agar terlihat alami.


Untuk objek tenda, saya membuatnya dari beberapa bidang plane yang dibentuk menyerupai segitiga pada bagian atap, kemudian saya tambahkan tiang-tiang kecil menggunakan silinder tipis di setiap sisinya. Saya juga menambahkan detail seperti tali-temali yang menghubungkan tiang ke tanah menggunakan kurva bezier yang diubah menjadi mesh, serta kantong tidur dan api unggun sederhana di depan tenda untuk memperkuat suasana berkemah. Untuk rumput dan tanaman kecil, saya menggunakan partikel system pada bidang tanah sehingga ribuan helai rumput dapat dihasilkan secara otomatis tanpa harus memodel satu per satu. Teknik ini sangat menghemat waktu dan membuat pemandangan terasa lebih hidup serta bertekstur.


Kendala yang saya temui adalah saat mengatur pencahayaan untuk scene hutan agar terkesan natural, karena bayangan pepohonan yang terlalu gelap atau terlalu terang dapat merusak suasana camping yang hangat. Awalnya, cahaya matahari dari arah samping membuat area sekitar tenda terlalu kontras. Saya berkonsultasi dengan Bapak Hasyanal Fauhkhanuri, yang menyarankan untuk menggunakan kombinasi sun light dengan intensitas sedang dan ambient light yang lembut, serta menambahkan titik cahaya kecil berwarna oranye di area api unggun untuk memberikan kesan hangat pada malam hari. Setelah beberapa kali rendering percobaan, saya berhasil mendapatkan suasana hutan yang teduh dengan tenda sebagai pusat perhatian yang terang namun tidak menyilaukan.


Secara keseluruhan, project pemandangan hutan dan tenda camping ini memberikan pengalaman yang sangat berharga bagi saya dalam hal manajemen objek dalam satu scene, optimasi performa Blender, serta penguasaan pencahayaan lingkungan. Saya belajar bahwa modeling 3D tidak hanya tentang membuat satu objek yang bagus, tetapi juga bagaimana menata banyak elemen agar terlihat harmonis dan bercerita. Hasil akhir project ini dapat saya jadikan sebagai portofolio untuk menunjukkan kemampuan saya dalam membangun lingkungan 3D. Saya mengucapkan terima kasih kepada Bapak Hasyanal Fauhkhanuri yang telah sabar membimbing saya dari tahap perencanaan hingga penyelesaian akhir, dan saya berharap ke depannya dapat membuat scene yang lebih kompleks seperti hutan dengan sistem animasi atau cuaca dinamis.