Nama: Sri Wahyuni
Kelas: 11 Animasi
Mata Pelajaran: Modeling
Instansi: SMK Negeri 2 Pariaman
Pada proyek mata pelajaran Modeling kali ini, saya merancang dan membangun sebuah aset karakter orisinal menggunakan perangkat lunak Blender. Tahap awal dimulai dengan pembuatan concept art dan blueprint karakter dari tampak depan serta tampak samping untuk digunakan sebagai referensi gambar (reference image) di dalam viewport. Langkah ini sangat krusial guna memastikan proporsi tubuh karakter, seperti perbandingan tinggi kepala dengan badan, tetap konsisten dan akurat selama proses pengembangan berlangsung.
Proses produksi dimulai dengan teknik base mesh modeling, di mana saya membangun struktur tubuh dasar menggunakan bentuk-bentuk geometris sederhana. Fokus utama pada tahap ini adalah menjaga kualitas topology atau aliran poligon, terutama pada bagian sendi seperti siku, lutut, dan bahu. Penempatan edge loop yang benar sangat diperhatikan agar saat karakter memasuki tahap rigging dan animasi nantinya, model dapat ditekuk secara alami tanpa mengalami deformasi atau kerusakan visual yang mengganggu.
Selanjutnya, saya melakukan tahap detail melalui teknik sculpting untuk memberikan bentuk yang lebih organik pada otot dan fitur wajah, kemudian diikuti dengan proses Retopology untuk menyederhanakan jumlah poligon. Setelah model bersih, saya melakukan UV Unwrapping untuk memetakan permukaan 3D ke dalam bentuk 2D, yang memungkinkan saya memberikan tekstur warna kulit, pakaian, dan detail lainnya. Saya juga menambahkan sistem rambut sederhana menggunakan particle system atau mesh hair agar karakter terlihat lebih ekspresif dan profesional.
Sebagai tahap penyelesaian, saya memberikan pencahayaan menggunakan teknik three-point lighting untuk mempertegas siluet karakter saat proses rendering. Seluruh rangkaian pengerjaan ini memberikan saya pemahaman mendalam mengenai tantangan dalam menciptakan karakter yang siap untuk diproduksi dalam sebuah film animasi. Melalui tugas di kelas 11 Animasi SMK Negeri 2 Pariaman ini, saya merasa lebih siap dalam menguasai alur kerja industri kreatif, khususnya dalam bidang character modeling.
