Nama: Rado Saputra
Kelas: 11 Animasi
Sekolah: SMK Negeri 2 Pariaman
Mata Pelajaran: Modeling 3D
Guru Pengampu: Hasyanal Faukhanuri, S.Pd.
Pada tahap awal proyek ini, saya melakukan pemodelan objek 3D berupa packaging atau kemasan sederhana dengan memperhatikan presisi geometri. Fokus utama dalam fase ini adalah menciptakan bentuk dasar yang bersih (clean topology) agar mempermudah proses selanjutnya. Setelah model dasar selesai, saya mulai memetakan koordinat 2D dari objek 3D tersebut melalui teknik UV Unwrapping. Proses ini dilakukan dengan memberikan seams atau garis potong pada area tertentu agar permukaan objek dapat "dibuka" secara mendatar tanpa mengalami distorsi yang signifikan.
Langkah berikutnya adalah menyusun serta merapikan UV Island di dalam area kotak UV koordinat. Penataan yang efisien sangat krusial agar penggunaan ruang tekstur menjadi maksimal dan tidak ada bagian yang terbuang sia-sia. Saya memastikan setiap sisi kemasan, seperti bagian depan, belakang, dan penutup, berada pada posisi yang logis. Hal ini bertujuan agar saat proses pemberian tekstur atau desain grafis dilakukan, gambar dapat menempel dengan akurat sesuai dengan struktur lipatan kemasan yang sebenarnya di dunia nyata.
Setelah proses unwrapping selesai, saya melakukan uji coba dengan menerapkan material checkerboard untuk memeriksa apakah ada tekstur yang melar atau menyusut. Tahap evaluasi ini penting untuk menjamin kualitas visual akhir, di mana setiap detail desain pada kemasan harus terlihat tajam dan konsisten. Melalui bimbingan dari Bapak Hasyanal Faukhanuri, saya belajar bahwa ketelitian dalam memotong seams menentukan seberapa realistis sebuah objek 3D saat nantinya masuk ke tahap shading dan rendering.
Sebagai penutup, proyek ini memberikan pemahaman mendalam bagi saya mengenai alur kerja profesional dalam industri animasi, khususnya pada divisi asset modeling. Menguasai UV Unwrapping pada objek sederhana seperti packaging adalah fondasi penting sebelum melangkah ke objek yang lebih kompleks. Saya merasa lebih percaya diri dalam mengelola aset 3D dan siap untuk mengaplikasikan teknik ini pada proyek-proyek kreatif selanjutnya di SMK Negeri 2 Pariaman.
