Dalam proyek mata pelajaran Animasi Digital kali ini, saya fokus pada pembuatan aset 3D berupa gelas menggunakan perangkat lunak Blender. Proyek ini bertujuan untuk melatih kemampuan dasar dalam memodelkan objek hard surface yang memiliki sifat material khusus, yaitu transparansi. Di bawah bimbingan Bapak Hasyanal Faukhanuri, saya mempelajari bagaimana mentransformasikan objek sederhana menjadi sebuah aset digital yang memiliki fungsi estetika dan teknis yang baik, serta memahami pentingnya ketebalan objek dalam simulasi benda pecah belah.
Proses pengerjaan diawali dengan menggunakan objek dasar Cylinder. Saya melakukan teknik scaling dan extrude pada bagian atas untuk menciptakan lubang, serta menggunakan perintah inset untuk memberikan dasar gelas yang stabil. Salah satu aspek teknis terpenting yang saya terapkan adalah penggunaan modifier Solidify untuk memberikan ketebalan yang realistis pada dinding gelas. Tanpa ketebalan ini, cahaya tidak akan berinteraksi dengan benar saat proses rendering, sehingga objek akan terlihat seperti lembaran tipis yang tidak nyata.
Tahap selanjutnya adalah pemberian material kaca menggunakan fitur shading di Blender. Saya mengatur parameter Transmission ke angka maksimal agar objek menjadi tembus pandang dan menurunkan nilai Roughness hingga mendekati nol untuk mendapatkan permukaan yang licin dan mengkilap. Selain itu, saya juga memperhatikan nilai IOR (Index of Refraction) agar pembiasan cahaya yang melewati gelas terlihat akurat seperti kaca pada dunia nyata. Detail ini sangat diperhatikan guna mencapai tingkat realisme yang diharapkan dalam penugasan kali ini.
Proses ini diakhiri dengan tahap pencahayaan dan rendering menggunakan mesin Cycles agar hasil bayangan dan pantulan cahaya pada kaca terlihat halus. Saya menempatkan gelas di atas sebuah bidang datar dan menambahkan cahaya lingkungan agar material kaca dapat merefleksikan suasana di sekitarnya. Melalui arahan dari Bapak Hasyanal Faukhanuri, proyek sederhana ini memberikan pemahaman mendalam bagi saya mengenai sifat cahaya dan material digital. Laporan ini merupakan wujud nyata dari proses belajar saya sebagai siswi kelas 11 Animasi di SMK Negeri 2 Pariaman.
