Laporan Project Animasi Modelling Cafe
Nama : Aulya Ivana Nengsih
Kelas : 11 Animasi 2
Mata Pelajaran : Modelling
Guru Pengampu : Hasyanal Faukhanuri
Sebagai proyek akhir semester genap pada mata pelajaran Modelling yang diampu oleh Bapak Hasyanal Faukhanuri, saya, Aulya Ivana Nengsih, siswa kelas 11 jurusan Animasi SMK Negeri 2 Pariaman, diberikan tugas untuk membuat sebuah lingkungan (environment) 3D bertema kafe atau kedai kopi menggunakan Blender. Proyek ini merupakan tantangan terbesar karena tidak hanya menuntut pemodelan banyak objek berbeda, tetapi juga kemampuan menata ruang, mengelola kompleksitas scene, serta menciptakan suasana yang hidup dan nyaman. Konsep yang saya pilih adalah "Wooden Cozy Cafe", yaitu kafe bergaya rustic dengan dominasi kayu, pencahayaan hangat, serta area indoor yang dilengkapi meja, kursi, etalase kue, papan menu, dan dekorasi dinding. Tujuan dari proyek ini adalah melatih saya dalam membangun latar (background) yang nantinya akan digunakan untuk animasi pendek atau adegan karakter yang sedang berinteraksi di dalam kafe.
Pengerjaan dimulai dengan membuat struktur ruangan sederhana berupa kubus besar yang salah satu sisinya saya hapus untuk menjadi pintu masuk, lalu dindingnya saya beri tekstur kayu vertikal. Seluruh furnitur dimodelkan satu per satu menggunakan teknik dasar seperti extrude, bevel, dan loop cut. Meja dan kursi kayu saya buat dengan cube yang diskalakan untuk bagian kaki, kemudian meja atasnya menggunakan cylinder yang dilebarkan. Untuk area kasir, saya membuat meja panjang dengan etalase kaca di atasnya menggunakan material transparan, di dalamnya terdapat beberapa kue dan donat yang dimodelkan dari torus dan sphere dengan subdivision surface. Papan menu dinding saya buat dari plane yang diberi tulisan "Menu" dan daftar minuman menggunakan text object yang dikonversi menjadi mesh. Objek-objek dekoratif seperti pot tanaman, lampu gantung, bingkai foto, dan rak buku kecil juga saya tambahkan untuk memperkaya visual. Proses modelling semua objek memakan waktu sekitar tiga minggu, dengan kendala utama pada pembuatan kursi yang harus presisi ukuran dan posisinya agar nyaman dipandang.
Setelah semua objek selesai dimodelkan, tahap berikutnya adalah menata letak (layout) seluruh furnitur di dalam ruangan kafe menggunakan sistem koordinat 3D. Saya mengatur meja dan kursi membentuk beberapa zona: area dua kursi untuk pengunjung individual, area empat kursi untuk rombongan kecil, serta kursi panjang di dekat jendela. Untuk tekstur, saya menggunakan material kayu pada lantai dan furnitur dengan nilai roughness cukup tinggi agar tampak natural, sementara dinding belakang kasir saya beri motif bata merah menggunakan brick texture. Pencahayaan menjadi kunci utama suasana kafe: saya menggunakan beberapa point light dengan warna oranye kekuningan (suhu sekitar 3000K) yang ditempatkan di setiap meja dan di area langit-langit, ditambah area light dari jendela untuk memberikan cahaya alami siang hari. Efek volumetric (fog tipis) saya tambahkan melalui volume scatter pada world shader agar sinar tampak menyebar lembut. Rendering dilakukan dengan Cycles pada resolusi 1920x1080 dengan sudut kamera dari pintu masuk sehingga seluruh ruangan terlihat.
