Identitas Keterangan
Nama:Melani
Kelas:XI (Sebelas)
Jurusan:Animasi
Sekolah:SMK Negeri 2 Pariaman
Mata Pelajaran:Animasi Modeling
Guru Pengampu:Bapak Hasyanal Faukhanuri
NARASI LAPORAN PROJECT MEMBUAT MASJID 3D
Paragraf 1 (Pendahuluan dan Latar Belakang) Saya, Melani, siswa kelas 11 jurusan Animasi di SMK Negeri 2 Pariaman, telah melaksanakan project pembuatan objek 3D berbentuk masjid pada mata pelajaran Animasi Modeling yang diampu oleh Bapak Hasyanal Faukhanuri. Project ini bertujuan untuk melatih kemampuan saya dalam memodelkan bangunan arsitektur dengan detail yang cukup kompleks, seperti kubah, menara, mihrab, serta ornamen-ornamen khas masjid. Berbeda dengan project sebelumnya yang berfokus pada objek kecil dan organik (seperti donat atau serum), pembuatan masjid 3D ini menantang saya untuk memahami konsep architectural modeling, yaitu ketepatan proporsi, simetri, serta detail struktural bangunan. Saya memilih model masjid dengan gaya arsitektur Timur Tengah yang sederhana namun elegan, lengkap dengan kubah utama, dua menara, serta halaman depan.
Paragraf 2 (Proses Modeling) Proses pembuatan masjid saya mulai dengan memodelkan bagian dasar bangunan berbentuk kubus besar sebagai badan utama, kemudian saya tambahkan serambi depan dengan pilar-pilar menggunakan mesh silinder. Untuk kubah utama, saya menggunakan mesh setengah bola (uv sphere) yang saya pipihkan dan bentuk menyerupai bawang, lalu saya pasang di atas atap bangunan. Dua menara saya buat dengan menggabungkan beberapa silinder dengan ukuran berbeda, serta menambahkan balkon kecil dan puncak menara berbentuk lancip. Saya juga memodelkan pintu utama yang melengkung, jendela-jendela dengan lengkungan khas masjid, serta ornamen kaligrafi sederhana di dinding menggunakan teknik extrude pada bidang datar. Bapak Hasyanal memberikan bimbingan mengenai pentingnya penggunaan array modifier dan mirror modifier untuk menghemat waktu sekaligus menjaga simetri bangunan agar rapi dan presisi.
Paragraf 3 (Texturing, Pencahayaan, dan Rendering) Setelah seluruh model bangunan selesai, saya melanjutkan ke tahap pemberian material dan tekstur. Untuk dinding masjid, saya menggunakan warna putih krem dengan tekstur sedikit kasar menyerupai cat tembok. Kubah dan puncak menara saya beri warna emas metalik dengan nilai roughness rendah agar tampak mengkilap dan mewah. Untuk atap dan bagian kolom, saya menggunakan material abu-abu seperti batu alam. Saya juga menambahkan tekstur ubin pada lantai halaman serta elemen air mancur kecil di tengah halaman. Bapak Hasyanal mengajarkan saya menggunakan environment texture berupa langit biru dengan awan tipis untuk latar belakang, serta pencahayaan sunlight yang disetel pada posisi sore hari agar bayangan yang dihasilkan panjang dan hangat, memberikan suasana magrib yang khusyuk. Proses rendering saya lakukan dengan resolusi tinggi untuk menangkap detail ornamen dan pantulan cahaya pada kubah emas.
Paragraf 4 (Kesimpulan dan Ucapan Terima Kasih) Dengan terselesaikannya project masjid 3D ini, saya merasa sangat bangga karena berhasil menciptakan sebuah bangunan arsitektur yang kompleks dan penuh detail. Project ini mengajarkan saya tentang pentingnya perencanaan yang matang sebelum mulai memodelkan, kesabaran dalam membuat detail kecil seperti jendela dan ornamen, serta bagaimana pencahayaan dapat membangun suasana dan emosi dalam sebuah karya 3D. Saya juga belajar menggunakan modifier secara efisien untuk pekerjaan yang bersifat simetris. Saya mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada Bapak Hasyanal Faukhanuri yang telah sabar membimbing, memberikan koreksi pada setiap kesalahan proporsi, serta selalu mendorong saya untuk memberikan yang terbaik. Semoga laporan ini bermanfaat dan menjadi bukti bahwa siswa SMK Negeri 2 Pariaman mampu menghasilkan karya animasi 3D di bidang architectural modeling yang berkualitas dan penuh nilai estetika.
