Saya, Khairunnisa Hanifah, siswa jurusan animasi di SMK Negeri 2 Pariaman, mempelajari materi modeling tentang pembuatan referensi kamar 2D di aplikasi Blender sebagai dasar sebelum membuat model 3D. Dalam materi ini dijelaskan bahwa referensi 2D sangat penting untuk membantu perancangan tata letak ruangan, seperti posisi tempat tidur, meja, kursi, dan lemari. Dengan adanya referensi 2D, proses modeling menjadi lebih terarah dan hasilnya lebih rapi serta sesuai konsep.
Pada tahap awal, saya membuat tampilan dasar kamar dalam bentuk 2D dengan menggunakan plane sebagai lantai dan dinding. Kemudian saya menyusun layout ruangan dengan memperhatikan komposisi dan proporsi setiap objek. Penempatan elemen seperti tempat tidur di sudut ruangan, meja di samping, serta rak buku dilakukan secara terencana agar ruangan terlihat nyaman dan tidak terlalu penuh.
Selanjutnya, saya mulai menambahkan bentuk sederhana dari setiap objek sebagai panduan, seperti kotak untuk tempat tidur, meja, dan lemari. Meskipun masih dalam tahap referensi 2D, bentuk-bentuk ini membantu saya memahami ukuran dan jarak antar objek. Selain itu, saya juga mulai menentukan warna dasar untuk membedakan setiap elemen agar lebih mudah dikenali saat proses modeling 3D nantinya.
Terakhir, saya melakukan pengecekan keseluruhan desain referensi kamar yang telah dibuat. Saya memastikan tata letak sudah sesuai, proporsi objek seimbang, dan tidak ada bagian yang bertabrakan. Dari materi ini, saya, Khairunnisa Hanifah, siswa jurusan animasi di SMK Negeri 2 Pariaman, menyimpulkan bahwa pembuatan referensi kamar 2D di Blender sangat penting sebagai tahap awal sebelum masuk ke modeling 3D, karena dapat mempermudah proses kerja dan menghasilkan desain yang lebih terstruktur.
