Laporan Project Modeling 3D Karakter Robot

Raffi Andika  Saputra

 Laporan Project Modeling 3D Karakter Robot


Nama: Rafi Andika Saputra  

Kelas: 11 Animasi  

Sekolah: SMK Negeri 2 Pariaman  

Mata Pelajaran: Modeling 3D  

Guru Pengampu: Hasyanal Fauhkhanuri





Pada project modeling 3D kali ini, saya, Rafi Andika Saputra, siswa kelas 11 jurusan Animasi di SMK Negeri 2 Pariaman, diberikan tugas untuk membuat sebuah karakter 3D bertema robot. Project ini merupakan bagian dari mata pelajaran Modeling 3D yang diampu oleh Bapak Hasyanal Fauhkhanuri. Tujuan utama dari pembuatan karakter robot ini adalah untuk melatih kemampuan saya dalam memodel objek keras (hard surface modeling) yang membutuhkan ketelitian pada bagian sudut, sambungan, serta detail mekanik. Saya memulai proses dengan mengumpulkan referensi gambar robot dari berbagai gaya, mulai dari yang sederhana seperti robot kotak hingga yang lebih futuristik. Setelah menentukan konsep, saya membuat sketsa sederhana di kertas, lalu memulai modeling di Blender 3D dengan menggunakan objek dasar seperti cube dan cylinder yang kemudian saya modifikasi menggunakan extrude, inset, dan bevel pada setiap bagian tubuh, mulai dari kepala, badan, lengan, hingga kaki.


Proses pembuatan karakter robot saya lakukan secara terpisah per bagian agar lebih mudah dikontrol. Untuk kepala, saya membuat bentuk kotak dengan sudut yang sedikit membulat menggunakan bevel, lalu menambahkan dua bola sebagai mata robot serta antena di bagian atas. Badan robot saya buat lebih besar dengan tambahan panel-panel persegi sebagai aksen, serta tombol dan lampu indikator kecil. Untuk lengan dan kaki, saya menggunakan kombinasi silinder yang disusun seperti sendi-sendi robot, lengkap dengan baut dan sambungan berputar (joint). Semua komponen kemudian saya gabungkan dengan tetap mempertahankan masing-masing objek sebagai bagian yang terpisah agar memudahkan proses animasi kelak. Saya juga menambahkan material logam menggunakan shader Principled BSDF dengan nilai metallic penuh dan roughness rendah sehingga robot tampak mengkilap seperti baja.


Kendala utama yang saya hadapi adalah saat mencoba membuat simetri antara bagian kiri dan kanan tubuh robot secara manual. Awalnya, lengan kiri dan kanan saya buat terpisah sehingga seringkali posisinya tidak presisi atau ukurannya sedikit berbeda. Saya berkonsultasi dengan Bapak Hasyanal Fauhkhanuri, yang kemudian menyarankan untuk menggunakan fitur Mirror Modifier. Dengan modifier ini, saya hanya perlu memodel satu sisi tubuh robot (misalnya lengan kanan) dan sisi kiri akan otomatis terbentuk secara simetris. Beliau juga mengajarkan cara menggunakan Array Modifier untuk membuat bagian-bagian berulang seperti ruas jari robot. Setelah menerapkan teknik tersebut, proses modeling menjadi lebih cepat dan hasilnya jauh lebih rapi serta simetris sempurna.


Secara keseluruhan, project pembuatan karakter robot ini memberikan pengalaman yang sangat berharga bagi saya dalam hal hard surface modeling, pengelolaan komponen objek yang banyak, serta pengaplikasian material logam yang realistis. Saya juga belajar bahwa karakter robot tidak harus selalu rumit; dengan bentuk dasar kotak dan silinder yang dikombinasikan dengan detail kecil seperti baut dan panel, karakter sudah terlihat menarik dan memiliki kepribadian. Hasil akhir project ini akan menjadi salah satu portofolio unggulan saya. Saya mengucapkan terima kasih kepada Bapak Hasyanal Fauhkhanuri atas bimbingan, motivasi, serta teknik-teknik praktis yang sangat membantu dalam menyelesaikan karakter robot ini. Ke depannya, saya berencana untuk merigging dan menganimasikan karakter robot ini agar dapat bergerak layaknya robot sungguhan.**