Laporan Project Poster 17 Agustus
Nama: Rafi Andika Saputra
Kelas: 11 Animasi
Sekolah: SMK Negeri 2 Pariaman
Mata Pelajaran: Animasi Digital
Guru Pengampu: Ismed Rizal
Pada project kali ini, saya, Rafi Andika Saputra, siswa kelas 11 jurusan Animasi di SMK Negeri 2 Pariaman, melaksanakan tugas pembuatan poster dengan tema **Hari Kemerdekaan Republik Indonesia 17 Agustus**. Project ini merupakan bagian dari mata pelajaran Animasi Digital yang diampu oleh Bapak Ismed Rizal. Tujuan utama dari pembuatan poster ini adalah untuk menumbuhkan rasa nasionalisme sekaligus melatih kemampuan desain grafis dalam mengkomunikasikan tema perayaan kemerdekaan secara visual. Saya memulai proses dengan mengumpulkan referensi poster 17 Agustus dari berbagai sumber, mulai dari gaya vintage hingga modern. Konsep yang saya pilih adalah perpaduan antara elemen tradisional dan kontemporer, dengan warna utama merah dan putih sebagai identitas bendera Indonesia. Saya menggunakan software Adobe Photoshop untuk mengolah seluruh elemen visual, termasuk ilustrasi, tipografi, dan efek-efek grafis.
Proses pembuatan poster saya lakukan dengan menentukan komposisi yang kuat dan heroik. Pada bagian tengah poster, saya menggambar ilustrasi bendera merah putih yang berkibar dengan latar belakang siluet para pahlawan yang sedang mengibarkan bendera. Di sekelilingnya, saya menambahkan elemen-elemen khas perayaan 17 Agustus seperti lomba panjat pinang, balap karung, dan lomba makan kerupuk yang digambarkan dalam gaya ilustrasi kartun yang ceria. Pada bagian atas poster, saya membuat judul besar **"Dirgahayu Republik Indonesia ke-79"** menggunakan font tebal berwarna merah dengan efek gradasi emas agar terlihat megah. Di bagian bawah, saya menambahkan slogan "Nusantara Baru, Indonesia Maju" serta tanggal 17 Agustus 1945 sebagai pengingat sejarah. Saya juga menambahkan ornamen-ornamen tradisional seperti batik dan wayang di pinggiran poster untuk memperkuat identitas budaya Indonesia.
Kendala yang saya hadapi adalah saat mencoba menyeimbangkan antara elemen modern dan tradisional agar poster tidak terlihat terlalu ramai atau justru terlalu sederhana. Awalnya, saya terlalu banyak menambahkan ornamen dan ilustrasi sehingga poster terlihat penuh dan membingungkan. Saya berkonsultasi dengan Bapak Ismed Rizal, yang kemudian menyarankan untuk menerapkan prinsip **kontras dan hierarki visual**. Beliau menjelaskan bahwa elemen utama seperti judul dan ilustrasi bendera harus menjadi fokus utama, sementara ornamen-ornamen tambahan cukup diletakkan sebagai elemen pendukung di area tepi dengan ukuran yang lebih kecil atau tingkat transparansi tertentu. Beliau juga mengajarkan teknik penggunaan **negative space** agar mata audiens dapat beristirahat dan fokus pada pesan inti. Setelah beberapa kali revisi dengan mengurangi jumlah elemen yang tidak perlu dan menata ulang tata letak, poster saya akhirnya terlihat lebih bersih, kuat, dan pesan kemerdekaannya tersampaikan dengan baik.
Secara keseluruhan, project pembuatan poster 17 Agustus ini memberikan pengalaman yang sangat berharga bagi saya dalam mengintegrasikan tema nasionalisme ke dalam karya desain visual. Saya belajar bahwa poster perayaan kemerdekaan tidak hanya harus meriah dan penuh warna, tetapi juga harus mengandung nilai-nilai sejarah dan patriotisme yang dapat membangkitkan semangat audiens. Prinsip-prinsip desain seperti keseimbangan, kontras, dan hierarki visual sangat berperan dalam keberhasilan sebuah poster. Hasil akhir project ini akan saya gunakan untuk memeriahkan perayaan 17 Agustus di lingkungan sekolah maupun sebagai bahan lomba desain poster. Saya mengucapkan terima kasih kepada Bapak Ismed Rizal yang telah memberikan arahan tentang bagaimana menyampaikan pesan nasionalisme melalui desain. Ke depannya, saya ingin mencoba membuat poster untuk hari-hari besar nasional lainnya seperti Hari Pahlawan, Hari Pendidikan Nasional, atau Hari Sumpah Pemuda dengan gaya visual yang berbeda.